Thursday, October 15, 2015

Tentang Menyikat Gigi Pagi Ini











Pagi ini ketika menyikat gigi, saya tiba-tiba teringat pada malam itu—perpisahan kita. Tulang-tulang ikan di atas meja, senyuman, debar jantung tidak karuan, dan mata-mata yang menunduk—tidak berani atau tidak mau memandang satu dengan yang lain.

Saya sempat mencuri-curi, melihat mata kamu, dan guratan-guratan halus di sekitarnya, tetapi tidak berani melihat lebih dalam, karena kedalaman butuh tinggal—lebih lama. Bukan malah pergi. Bukan malah berpisah. Tapi pada malam itu saya harus pergi, saya harus meninggalkan kedalaman yang tidak sempat saya gali. Rasanya gelisah juga malam itu, ketika harus meninggalkanmu. Diam-diam saya telah menaruh hati pada mata itu.

Sudah sangat lama saya tidak melihat mata yang penuh bintang-bintang, dan berkerut-kerut seperti terbakar. Seperti katamu bahwa asal kerutan itu dari dalam, karena matahari yang membakar. Sayang sekali saya tidak dapat duduk lebih lama untuk menikmati tentang kedalaman: tentang hal-hal yang membakarmu. Tetapi  pada akhirnya siapa tahu saya bisa mengerti. Karena saya ingin.

Ketika saya menyikat gigi pagi ini, saya juga teringat dengan senyuman kamu, sudah lama saya tidak melihat senyuman yang menggebu-gebu, lalu saya melihat ke kaca, dengan mulut penuh busa odol dan gigi yang masih belum selesai disikat. Saya mencoba senyum itu—senyum milikmu, siapa tahu pas dengan bibir saya. Dan di sana, tepat di kaca itu ada wajah kamu. Saya lalu mencium pipi kamu, meninggalkan sisa-sisa odol di sana, kemudian saya bisikkan ini “semoga bahagia, ya, pagi ini” meninggalkan  sisa-sisa odol juga di telinga kamu.


Kamu tertawa, tawa yang khas. Tawa yang sudah saya kenal begitu lama. Tawa itu seperti langit, berwarna biru muda ketika pagi, begitu lembut, dan tidak buru-buru. Saya ingin mendengarkan tawa itu lebih lama. Makanya, pagi ini, saya menyikat gigi lebih lama. 

Featured Post

Kelas Public Speaking: (1) Seni untuk Menyihir Orang Lain - Senemu Cafe

Selamat datang di Senemu Coffee. Suasana sebelum kelas, setiap peserta bersiap untuk menikmati sarapan bersama. Saya d...